Bentuk Pasif 〜(ら)れる
Pola pasif untuk menyatakan subjek dikenai suatu tindakan, termasuk pasif yang merugikan.
Apa itu Bentuk Pasif?
Bentuk pasif (受身形 / ukemi-kei) menyatakan bahwa subjek dikenai suatu tindakan (“di-…”). Pelaku ditandai dengan partikel に.
Rumus Konjugasi
Golongan I (godan): ubah bunyi akhir -u menjadi -areru
- 書く kaku → 書かれる kakareru (ditulis)
- 読む yomu → 読まれる yomareru (dibaca)
- 言う iu → 言われる iwareru (dikatakan)
Golongan II (ichidan): buang る + られる
- 食べる taberu → 食べられる taberareru (dimakan)
- 見る miru → 見られる mirareru (dilihat)
Golongan III (tidak beraturan):
- する suru → される sareru (dilakukan)
- 来る kuru → 来られる korareru (didatangi)
Struktur Kalimat
A は B に + kata kerja pasif = “A di-… oleh B”
- 私は先生にほめられました。 Watashi wa sensei ni homeraremashita. — Saya dipuji oleh guru.
- 弟にケーキを食べられた。 Otouto ni keeki o taberareta. — Kueku dimakan oleh adik.
Pasif yang Merugikan (迷惑の受身)
Bahasa Jepang sering memakai pasif untuk menyatakan bahwa subjek dirugikan oleh suatu kejadian.
- 雨に降られました。 Ame ni furaremashita. — Saya kehujanan (terkena hujan yang merugikan).
- 電車で足を踏まれた。 Densha de ashi o fumareta. — Kakiku terinjak di kereta.
Catatan
- Bentuk pasif golongan II sama persis dengan bentuk potensialnya (mis. 食べられる), sehingga makna dibedakan dari konteks.
- Pelaku memakai partikel に (kadang によって pada kalimat formal/tulisan).
Komentar
Memuat komentar…