Materi · N4· Bunpou

Bentuk Pasif 〜(ら)れる

Pola pasif untuk menyatakan subjek dikenai suatu tindakan, termasuk pasif yang merugikan.

Apa itu Bentuk Pasif?

Bentuk pasif (受身形 / ukemi-kei) menyatakan bahwa subjek dikenai suatu tindakan (“di-…”). Pelaku ditandai dengan partikel に.

Rumus Konjugasi

Golongan I (godan): ubah bunyi akhir -u menjadi -areru

  • 書く kaku → 書かれる kakareru (ditulis)
  • 読む yomu → 読まれる yomareru (dibaca)
  • 言う iu → 言われる iwareru (dikatakan)

Golongan II (ichidan): buang る + られる

  • 食べる taberu → 食べられる taberareru (dimakan)
  • 見る miru → 見られる mirareru (dilihat)

Golongan III (tidak beraturan):

  • する suru → される sareru (dilakukan)
  • 来る kuru → 来られる korareru (didatangi)

Struktur Kalimat

A は B に + kata kerja pasif = “A di-… oleh B”

  • 私は先生にほめられました。 Watashi wa sensei ni homeraremashita. — Saya dipuji oleh guru.
  • 弟にケーキを食べられた。 Otouto ni keeki o taberareta. — Kueku dimakan oleh adik.

Pasif yang Merugikan (迷惑の受身)

Bahasa Jepang sering memakai pasif untuk menyatakan bahwa subjek dirugikan oleh suatu kejadian.

  • 雨に降られました。 Ame ni furaremashita. — Saya kehujanan (terkena hujan yang merugikan).
  • 電車で足を踏まれた。 Densha de ashi o fumareta. — Kakiku terinjak di kereta.

Catatan

  • Bentuk pasif golongan II sama persis dengan bentuk potensialnya (mis. 食べられる), sehingga makna dibedakan dari konteks.
  • Pelaku memakai partikel に (kadang によって pada kalimat formal/tulisan).

Komentar

Memuat komentar…